Jurnalisme warga mereposisi fokus misi media berita. Edward M. Fouhy dari pew center for civik jounalism memaparkan, “ Ini merupakan upaya untuk menautkan kembali dengan persoanal nyata yang dihadapi oleh pembaca atau pemirsa dalam kehidupan sehari-hari yang penting bagi mereka, bukan sebagai calao bagi mereka, melainkan memperlakukan warga untuk bertanggung jawab dalam mengatur diri mereka sendiri, kegimbang memperlakukanya sebagai konsumen barang-barang dan jasa yang dijual kepada mereka.
Berkembangnya blog secara pesat menjadi media komunikasi yang interaktif karena didukung oleh mudahknya akses para pengguna kepada fasilitas penyedia blog (seperti blogger, blogspirit, multiply, wordpress dll), mudahnya pengelolaan blog, bahkan oleh orang awam sekalipun. Adanya fasilitas kolom komentar pada setiap artikel memungkinkan penulis blog berinteraksi langsung dengan pembaca setia blognya. Dengan semakin meluasnya peminat penulis dan pembaca blog maka semakin banyak pula warga mampu berperanserta dalam pengambilan keputusan publik.
Di satu sisi, ketika masyarakat biasa menjadi ‘wartawab’ pada sisi inilah jurnalisme warga memiliki kelemahan yang besar, akursi berita dan ketidakpatuhan pada kode etik jurnalisme. Berita apa saja dapet disampaikan oleh siapa saja, dengan mengandalkan pembaca sebagai alat kontrol. Pembaca dapat menyanggah, menyalahkan dan memberi informasi yang benar. Di dunia akademik, kehadiran citizen journalism atau sering juga disebeut jurnalime patriotisipatoris mendapat kritik keras. Vincent Mhaer dari Rhides Unicersity, misalnya, menyebut kelemahan jurnalisme ini karena tidak memiliki “3E”, yakni etika, ekonomi, dan epistemologi. Di sisi lain, blogger memiliki kemampuan membangun jaringan yang sangat besar: jaringan para blogger indonesia.
Aturan jurnalisme tetap diperlukan bahkan diperluas. Oleh karena itu, perlu pengadaan kode etik dengan mengacu kepada kode etik jurnalistik universal, ditambah dengan butir-butir yang secara khusus dapat menangani problem-problem etik spesifik yang kelak dihadapi para pelaku citizen journalism dalam praktik mereka. Selamat datang jurnalisme warga.|