Cerita Misteri: Kirim Cerita
Hai all...saya Desi. Saya sering baca cerita2 mistery disini, seru2 koq. Saya jd pengen share kejadian yang saya alami ke teman2, maaf kalau ada kata2 yang kurang berkenan, soalnya ini pertama kali saya nulis dsini.
Semua berawal saat saya dan keluarga kk saya(kk saya, istri dan ke 3 anaknya)pindah kerumah baru kami. Rumah ini konon menurut penduduk sekitar terkenal angker, karena beberapa dari mereka sering menemukan penampakan disini. Tapi kami sekeluarga tidak menghiraukan pendapat mereka. Kami pikir "Bismillah" saja semoga tidak ada kejadian2 aneh saat kami menempati rumah ini. Alhamdullilah tahun-tahun pertama sejak kami tinggal di rumah itu tidak ada kejadian "aneh" yang kami alami. Sampai saat memasuki tahun ketiga, satu persatu dari kami mulai mengalami kejadian janggal. Awalnya saya yang mengalaminya. Malam itu saya sedang mencuci piring dikamar mandi belakang dan anggota keluarga yang lain tengah menonton TV di ruang tamu. Kamar mandi belakang agak gelap (karna lampunya mati) tetapi masih mendapatkan sedikit cahaya dari dapur yang letaknya bersebelahan. Ditengah-tengah saat saya membilas piring-piring itu, saya mendengar suara orang mengucapkan "Assalamualaikum" dari arah dapur, suara nya seperti bapak2 berumur 70 tahunan. Suara itu cepat sekali, dan sontak saya langsung menoleh ke arah suara itu berasal. Karena kaget saya tidak menjawab ucapan itu (konon kata orang jika mendengar suara orang mengucapkan salam, kita harus menjawabnya) dan kembali melanjutkan pekerjaan saya meskipun perasaan saya sudah tidak karuan. Haripun berlalu, dan saya kembali mendengar ucapan salam itu ketika saya hendak pergi keluar rumah. Saat itu sekitar pukul 8 malam. Ketika saya membuka pintu depan rumah dan baru menginjakkan kaki saya diteras rumah, saya mendengar ucapan salam itu dari arah kiri saya, tepat dipojok rumah. kali ini suaranya agak lirih tapi tidak jelas apakah itu suara laki2 atau wanita. Kaget bukan kepalang tapi saya langsung menjawab ucapan salam itu sambil terus berjalan ke arah pagar rumah.
Entah siapa yang mengucapkan salam itu selama ini, awalnya saya pikir tetangga tetapi tidak mungkin karena rumah saya letaknya agak jauh dari rumah-rumah tetangga karena disekeliling rumah saya banyak ditumbuhi pepohonan dan kata orang "pintar" konon di pohon duren dekat pagar rumah saya ada penunggunya.
Makasi ya sudah mau baca cerita saya, mungkin kurang menyeramkan tapi saya hanya ingin share pengalaman saya saja. Ada beberapa kejadian lagi yang saya alami dirumah saya, next saya akan berbagi pengalaman lagi buat teman2. Terima kasih
Senin, 23 April 2012
Senin, 19 Maret 2012
betul, 3 in 1, pengalihan jalan atau bahkan pelebaran jalan benar2 bukan solusi yang tepat untuk masalah kemacetan. Percuma aja jalan makin di tambah atau dilebarin klo mobil dan motor terus2an diproduksi. Malah yang bikin tambah macet, satu mobil isinya cm satu orang, dalam satu keluarga bisa2 pnya 5 mobil. huft...lebih bijak klo orang2 berduit juga ikut meringankan kemacetan dengan tidak membeli kendaraan. Naik angkot apa salahnya sih..Selain itu, klo jumlah kendaraan berkurang, juga akan mengurangi polusi. Ya kan!!!! Ga sayang apa, sama anak cucu kita dan generasi2 yang akan datang, karena udara yang dihirup udah ga sehat lagi. Gmn otak generasi kita mau sehat, klo isinya cma asep kendaraan. Buat pemerintah juga,mending biaya pembuatan jalan dipake bwt bayar utang negara, ngebantu anak2 jalanan, atau membantu pembangunan sarana dan pra sarana di daerah2 terpencil. Katanya kita banyak utang, tapi rapat departeman yang cm satu hari aja smpe dibela2in ke daerah yang notabene akan menghabiskan banyak uang (*curhat colongan hehehe*) aiiiihhh...mw jadi apa negara kita ini. Begini ni, klo udah pada ga inget Tuhan.. Semua serba semerawut.. Harus nya kita semua bisa belajar dari kesalahan2, bukan malah memperparah keadaan...
Langganan:
Komentar (Atom)