Senin, 22 April 2013

Cara mencegah penyakit jantung



Cara Mencegah Penyakit Jantung bisa kita lakukan dengan beberapa hal sebagai berikut:

Pola Makan Sehat


Makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi perlu Anda hindari. Makanan seafood dapat membahayakan jantung karena mempunyai kandungan kolesterol tinggi. Goreng-gorengan atau makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak perlu Anda kurangi, sebaliknya untuk makanan bisa Anda olah dengan cara dikukus, direbus atau dipanggang.


Anda harus mengusahakan untuk produk makanan yang dimakan rendah lemak atau tanpa lemak. Keju, mentega, atau makanan lain yang rendah lemak dapat Anda pilih. Apabila Anda harus mengolah makanan dengan cara digoreng, Anda bisa memilih menggunakan minyak zaitun untuk menggoreng karena memiliki kandungan lemak yang sedikit.


Selain menghindari makanan berlemak, Anda juga perlu menghindari makanan dengan kadar gula yang tinggi. Minuman seperti soft drink juga perlu Anda hindari karena banyak mengandung gula yang tinggi. Konsumsi karbohidrat juga jangan terlalu banyak karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebagai gantinya, Anda dapat menggunakan gandum atau oat yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat.


Hindari dari kegemukan dengan menjaga pola makan agar tidak berlebihan, risiko lebih besar terkena penyakit ini apabila seseorang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm.


Berhenti Merokok


Agar kesehatan jantung Anda tetap terjaga hindarilah dari merokok karena rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung. Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan aktivitas ini, segeralah hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.


Hindari Stres


Sangat sulit memang untuk menghindari stres di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Hormon kortisol akan dikeluarkan oleh tubuh pada saat seseorang mengalami stres yang dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Akibat dari naiknya tekanan darah juga dapat disebabkan oleh stres, karena hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres. Hindarilah stres baik di kantor atau di rumah karena dengan menghindari stres sangat baik untuk kesehatan jantung Anda.


Hipertensi


Penyakit jantung juga dapat disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau problem hipertensi. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.


Obesitas


Meningkatnya tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak disebabkan karena obesitas atau kelebihan berat badan. Cara utama untuk menghindari obesitas adalah dengan menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan. Diabetes dapat mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.


Olahraga Secara Teratur


Lakukanlah olahraga seperti jalan cepat, jalan kaki atau jogging. Jenis kegiatan olahraga yang tidak bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.


Konsumsi Antioksidan


Radikal bebas dalam tubuh disebabkan adanya polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok. Penyebab dari bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan adalah dari radikal bebas. Anda dapat menggunakan antioksidan untuk mengeluarkan radikal bebas dalam tubuh, karena antioksidan berfungsi untuk menangkap dan membuangnya. Anda dapat memperoleh antioksidan dari macam buah-buahan dan sayuran.


Keturunan


Faktor keturunan bisa menjadi penyebab terserang penyakit jantung, sebagai contoh seseorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Apabila Anda mempunyai kerabat atau keluarga yang pernah mengalami serangan jantung untuk lebih berhati-hati dalam menjaga pola makan dan gaya hidup Anda untuk menunjang jantung sehat.

Cara mencegah asma



Penyakit Asma adalah salah satu penyakit yang beresiko tinggi, dan bila penderita penyakir asma tidak bisa mengontrol penyakit ini dengan baik akan beresiko kehilangan jiwa.sebelum kita terkena dampak dari penyakit ini ada baik nya untuk kita Mencegah Penyakit Asma ini. berikut cara Efektif Mengatasi Asma:
Cara Mencegah Mencegah Penyakit Asma
1. Gunakan inhaler
Inhalasi kortikosteroid adalah cara yang paling efektif untuk mengontrol gejala dan mencegah serangan. Tetapi banyak orang yang menggunakannya hanya ketika gejala timbul.
Peneliti dari Henry Ford Hospital menemukan bahwa, hampir 25 persen serangan asma dapat dicegah pada pasien dengan asma berat jika mereka mengambil obat mereka pada waktu yang ditentukan setiap hari atau setidaknya 75 persen dari waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, orang dengan asma ringan hingga sedang mungkin tidak perlu menggunakan inhaler setiap hari.
Jika telah bebas serangan asma selama beberapa bulan, maka berkonsultasilah dengan dokter mengenai pengurangan dosis atau frekensi obat secara perlahan-lahan. Tetapi jika terjadi tanda pertama dari ketidaknyamanan, seperti pengetatan dada, peningkatan batuk atau sesak napas ringan, maka sebaiknya langsung kembali periksa ke dokter.


2. Proaktif mencegah gejala dengan obat
Jika mengetahui bahwa rentan terhadap serangan asma selama waktu tertentu, seperti ketika musim demam atau dingin. Maka mulailah mengonsumsi obat 3 atau 4 minggu sebelum musim dimulai daripada menunggu sampai merasakan gejala pertama. Lebih mudah untuk mencegah serangan daripada mengobatinya.


3. Tes alergi
Hasil penelitian baru menemukan bahwa, alergi memicu lebih dari 50 persen kasus asma. Tetapi banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki alergi, terutama terhadap alergen dalam ruangan atau makanan.
Satu hasil studi menemukan bahwa, hampir 16 persen orang yang pergi ke UGD karena serangan asma memiliki peningkatan kadar antibodi IgE.
Peningkatan kadar antibodi IgE mengindikasikan kemungkinan alergi makanan. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai tes darah alergi atau melakukan tes alergi kulit.
dianjurkan orang dengan asma alergi sebaiknya di bawah kontrol untuk mengurangi serangan asma.


4. Menghilangkan alergen di kamar tidur
Semakin dapat menghindari paparan semua alergen, seperti debu, bulu, dan iritasi dalam ruangan lainnya. Maka semakin besar kemungkinan untuk mengurangi frekuensi dan keparahan serangan dan kebutuhan obat asma.
Mulailah dari kamar tidur. Singkirkan bantal dan selimut dari bulu, serta buku-buku lama, surat kabar dan merapikan kamar.
Jangan menggunakan humidifier, dan pastikan tidak ada jamur yang tumbuh di kamar tidur. Dibutuhkan waktu lama untuk mengurangi peradangan pada saluran udara, sehingga mungkin tidak melihat peningkatan yang signifikan selama berbulan-bulan.


5. Di dalam rumah dapat tersembunyi pemicu alergi
Rumah mungkin memiliki beberapa pemicu asma tersembunyi, seperti asap dan bau dari perapian, lilin, dupa dan bahkan pengharum ruangan.
Dari semua penderita asma, iritasi pernapasan seperti asap, terutama asap rokok, dapat berkontribusi untuk peradangan saluran napas.


6. Mendapatkan suntikan alergi
Setelah suntikan alergi biasa, yang dikenal sebagai immunotherapy dapat membangun toleransi dan mengurangi reaksi terhadap alergen. Sebuah meta analisis oleh Cochrane Collaboration menemukan bahwa, imunoterapi secara signifikan mengurangi gejala asma dan menggunakan obat asma.


7. Perhatikan berat badan
Hasil studi menunjukkan hubungan antara obesitas dan serangan asma lebih sering dan parah dan penggunaan obat yang lebih besar. Risiko asma meningkat bersama dengan indeks massa tubuh.


8. Dapatkan lebih banyak vitamin D
Kekurangan vitamin D berhubungan dengan fungsi paru-paru yang lebih buruk, alergi lebih buruk, dan penggunaan obat asma yang lebih banyak. Selain itu, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menemukan bahwa, vitamin D meningkatkan efektivitas inhaler kortikosteroid.
Tidak diketahui apakah vitamin tersebut memiliki dampak langsung pada terapi kortikosteroid atau dengan mengurangi gejala, akan membuat lebih mudah untuk mengobati asma. Data menunjukkan bahwa tiga perempat dari semua orang dewasa mungkin kekurangan vitamin D.


9. Menghinadari Acetaminophen
Mengonsumsi obat penghilang nyeri yang mengandung acetaminophen dapat meningkatkan risiko mengalami serangan asma. Hasil studi menemukan bahwa, penggunaan acetaminophen mingguan dikaitkan dengan hampir tiga kali lipat peningkatan risiko asma.
Ada juga hubungan antara kenaikan penggunaan asetaminofen dari waktu ke waktu dan peningkatan tingkat asma. Acetaminophen tampaknya menyebabkan penurunan molekul yang disebut glutathione yang membantu mengurangi peradangan.


10. Lebih memperhatikan olahraga
Jika tidak mengontrol asma, maka berada pada risiko mengalami serangan saat berolahraga. Pernapasan yang cepat, dan mungkin udara dingin, dapat menyebabkan kejang pada saluran napas.
Gunakan inhaler sebelum berolahraga. Latihan dengan intensitas rendah seperti pelatihan kekuatan dan yoga mungkin lebih mudah pada paru-paru daripada lari jarak jauh atau sepak bola.
Hal yang sama berlaku untuk olahraga jangka pendek dengan intensitas tinggi. Hindari olahraga ketika sedang demam, dan berolahraga di ruangan latihan selama musim dingin.


11. Mendapatkan vaksin flu
Virus flu dapat tersebar di saluran udara dan memicu serangan asma. Untuk mengurangi risiko terkena sakit, mendapatkan vaksinasi flu tahunan dan cucilah tangan denagn rutin.


12. Melakukan yoga secara rutin
Beberapa studi telah menemukan bahwa, yoga membantu penderita asma dengan meningkatkan fungsi paru-paru dan saluran napas dan mengurangi hyperresponsivity jumlah serangan. Hal ini juga dapat mengurangi kebutuhan obat dan mengurangi latihan yang mmepengaruhi konstriksi bronkus.


13. Rencana tertulis perawatan
Setiap orang dengan asma harus memiliki asma rencana tertulis pengelolaan diri. Tetapi hasil studi menunjukkan bahwa, hanya 34 persen penderita asma yang memiliki rencana tertulis pengelolaan diri.
Rencana termasuk untuk menghindari pemicu, bagaimana mengambil obat dengan benar, kesadaran terhadap gejala dan apa yang harus dilakukan ketika gejala memburuk.
Semoga tips cara mencegah penyakit asma dapat berguna bagi anda

Buah yang cocok untuk diabetes



Siapa tak kenal buah naga? Saat ini, buah dengan warna kulit pink menyala ini tengah menjadi buah favorit banyak orang di seluruh dunia.

Di Inggris, buah ini dikenal dengan sebutan Pitaya yang dikenal sebagai buah super karena khasiatnya  yang luar biasa. Kandungan nutrisi di dalamnya memiliki kemampuan untuk mengatur kadar gula darah sehingga menjadi buah paling aman bagi penderita diabetes. Tak hanya itu, buah ini juga memiliki dosis tinggi  anti-oksidan.

Seperti diberitakan Daily Mail, buah yang berasal dari Amerika Latin ini, kini, banyak dipanen di Thailand, Sri Lanka, Bangladesh dan Filipina.

Karena rasanya yang tidak terlalu manis layaknya perpaduan antara buah kiwi dan pear, pitaya atau buah naga, makanya dikatakan cocok untuk penderita diabetes.

Dalam 100 g buah naga, kandungan airnya cukup tinggi, hingga 90,2%, serat 0,7 – 0,9 g, sementara vitamin C-nya sebesar 4 – 25 mg. Sementara mineral yang terkandung dalam buah naga, antara lain, kalsium, fosfor, dan zat besi. Ada juga betakaroten, likopen, dan fitoalbumin yang bersifat antioksidan. Kandungan lemaknya, terutama terdapat pada bijinya, berupa asam lemak tak jenuh ganda.

Para ahli di Taiwan menganggap buah naga sebagai “obat” diabetes. Mereka menganjurkan para pasien diabetes tipe 2 untuk sering mengkonsumsi buah naga karena kandungan seratnya yang dapat mengelola kadar gula darah.

Likopen pada daging buahnya yang merah memiliki sifat antikanker. Sifat antikankernya juga karena buah ini mengandung fitoalbumin, serat dan antioksidannya yang tinggi.

Buah ini juga sangat baik untuk sistem peredaran darah, efektif untuk mengurangi tekanan emosi dan menetralkan racun dalam darah, termasuk racun logam.

Pilih buah naga yang sudah matang dengan ciri bila ditekan empuk serta warna kulitnya yang pink-nya menawan, pilih pula yang kulitnya mulus

buah untuk penderita diabetes



Penderita diabetes harus sangat berhati-hati dalam memperhatikan apa yang mereka makan. Ada beberapa makanan yang perlu dihindari oleh penderita diabetes. Namun, ada pula makanan yang dapat mengontrol kadar gula darah mereka. Buah-buahan dapat membantu mengendalikan kadar gula darah yang tinggi dan kaya protein serta vitamin. Berikut adalah 10 buah yang baik dikonsumsi penderita diabetes, seperti dilansir Boldsky.

1. Apel

Makan satu apel sehari bisa menjauhkan Anda dari berbagai penyakit. Hal ini juga berlaku bagi penderita diabetes. Apel kaya akan pektin yang dapat mengurangi tingkat insulin yang tinggi. Makan apel bisa membuat indeks glikemik Anda dalam tingkat yang rendah.

2. Pir

Pria adalah buah yang kaya pektin - yang juga baik untuk penderita diabetes. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, pir bisa mengontrol kadar gula darah yang tinggi.

3. Aprikot

Aprikot kering jauh lebih berkhasiat dibanding yang masih segar. Buah ini juga kaya akan kalium yang baik untuk penderita diabetes.

4. Berries

Semua jenis berry seperti raspberry, stroberi, blueberry dan blackberry dapat membantu menurunkan indeks glikemik penderita diabetes.

5. Ceri

Ceri adalah buah dengan indeks glikemik yang rendah. Ceri juga kaya serat yang menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.

6. Anggur

Anggur segar sangat baik jika dikonsumsi penderita diabetes. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan akan berbahaya bagi tubuh karena anggur mengandung karbohidrat dalam bentuk gula alami.

7. Plum

Selain rendah kalori, plum juga memiliki indeks glikemik yang rendah. Plum merupakan sumber makanan yang kaya akan serat - yang membuat buah ini ideal bagi penderita diabetes dan penderita jantung

8. Jeruk

Buah jeruk sangat sehat bagi penderita diabetes. Buah ini dapat menurunkan indeks glikemik, sumber vitamin C dan yang paling penting, serat dalam jeruk memodulasi gula darah dengan memperlambat penyerapan ke dalam aliran darah.

9. Alpukat

Lemak sehat dan potasium dalam alpukat membuatnya menjadi buah yang sehat bagi penderita diabetes. Buah ini juga menurunkan trigliserida dan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

10. Melon

Melon mengandung banyak serat yang dibutuhkan oleh penderita diabetes. Namun, pastikan Anda tidak membeli melon yang terlalu matang karena dapat meningkatkan kadar gula darah Anda.

Inilah sepuluh buah yang baik untuk penderita diabetes. Meski penderita diabetes gampang mengalami kelelahan, usahakan Anda tetap melakukan olahraga ringan secara teratur setiap hari. Setidaknya ini dapat membuat tubuh Anda tetap fit.